.jpg)
Seberapa kenal dan pedulikah kita kepada Ibu kita???
ketika masih dalam kandungan ia melindungi dan menjaga kita dengan nyawanya
ketika kita lahir ia orang pertama yang tersenyum dan meneteskan air matanya untuk kita
ketika usia kita 1 tahun dengan bangganya ia berkata : Lihat ! anakku sudah pandai berjalan dan berbicara
ketika usia kita 3 tahun ia juga gembira dan berseru : Buah hatiku kini sudah dapat berkata2 dengan sempurna
ketika usia kita 5 tahun ia berkata : Jagoan kecilku kini sudah dapat membaca
ketika usia kita 6 tahun ia dengan bangganya menggandeng tangan kita menuju sekolah dan menunggui dengan sabar sampai bel pulang berbunyi
ketika usia kita 10 tahun ia selalu memperhatikan setiap kebutuhan kita yang mulai beranjak remaja
ketika usia kita 15 tahun ia dengan sabar menghadapi seluruh tingkah laku kita yang berubah karena puberitas
ketika usia kita 17 tahun, ia adalah orang pertama yang bersusah payah menyiapkan "pesta" ulang tahun kita
ketika usia kita 21 tahun ia adalah orang tersibuk dalam urusan persiapan pernikahan kita
ketika usia kita 30 tahun ia dapat menggantikan fungsi kita sebagai orang tua dalam merawat cucu2nya
ketika usia kita 40 tahun ia masih saja dapat mengingat kenangan2 indah tentang kita mulai dari lahir sampai sekarang
bagaimankah dengan kita??
ketika usia kita < style="font-weight: bold; font-style: italic;">kita hanya menjadi beban tenaga dan pikirannya saja
ketika usia kita 3 tahun kita mulai bertindak sesuka hati kita
ketika usia kita 5 tahun, melawannya adalah hal yang biasa saja
ketika usia kita 10 tahun, perkataan kita haruslah didengarnya suka atau tidak
ketika usia kita 13 tahun permintaan kita haruslah diturutinya
ketika usia kita 15 tahun kita bagaikan penguasa dan dialah suruhannya
ketika usia kita 17 tahun kita tanpa sadar mulai menggantinya dengan teman dan pacar
ketika usia kita 21 tahun dia tergantikan oleh pasangan kita
ketika usia kita 30 tahun kita sepenuhnya tak peduli lagi padanya karena hadirnya buah hati kita
ketika usia kita 40 tahun kita sudah menganggapnya seperti orang lain yang baru dikenal
Untuk kita renungkan bersama:
Berapa banyak dari kita yang sanggup menyuapi ibunya?
Berapa banyak dari kita yang sanggup mencuci muntah ibunya?
Berapa banyak dari kita yang sanggup mengganti selimut dan alas tidur ibunya?
Berapa banyak dari kita yang sanggup membersihkan najis ibunya?
Berapa banyak dari kita yang sanggup berhenti bekerja demi menjaga ibunya yang sakit?
Berapa banyak dari kita yang sanggup meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan ibunya?
Berapa banyak dari kita yang sanggup mentaati perintah ibunya?
Dan yang terpenting dari itu semua :
Berapa banyak dari kita yang mau melaksanakan hal2 di atas???
Semoga kita semua dapat menghargai jasa besar ibu yang tiada terkira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar